Surabaya, 9-10 Januari 2018

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi Menerima Cukilan Anggaran APBN 2018 yang diserahkan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur pada Acara Sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) serta Penyerahan Cukilan Kegiatan dan Anggaran Bagi OPD KB Kab dan Kota dengan dihadiri oleh Plt Kepala BKKBN, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Mitra Kerja dan Kepala OPD KB se-Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala BKKBN menyampaikan Pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) selama lebih dari empat dasawarsa berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk (LPP) dan menurunkan angka kelahiran total (TFR). Berdasarkan hasil sementara SDKI 2017, pencapaian angka fertilitas total nasional telah menurun dari TFR 2,6 di 2012 menjadi 2,4 anak per wanita.  Namun pencapaian TFR ini masih jauh dari target Renstra 2018. Sama halnya dengan beberapa indikator nasional lain yang perlu perhatian khusus. Provinsi Jawa Timur di sisi lain, hampir seluruh indikator hasil sementara SDKI 2017 memiliki pencapaian yang lebih baik dari angka nasional. Dengan angka fertilitas total Jawa Timur yaitu 2,1, CPR semua cara 69,8 dan lain sebagainya.

“Pencapaian yang ada dan sasaran tahun 2019, maka Program KKBPK menghadapi tantangan yang sangat besar. Karena itu, Program KKBPK tidak mungkin dilaksanakan oleh BKKBN sendiri tanpa melibatkan para pemangku kepentingan dan mitra kerja seperti pemerintah daerah, petugas lini lapangan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Fapsedu, Koalisi Kependudukan, dan lain-lain. Dengan kata lain, peran serta, kerja sama, dan kemitraan antara BKKBN dan para pemangku kepentingan di daerah, petugas lini lapangan dan mitra kerja merupakan keharusan.” Ungkap Sigit.

Sigit berharap, kerjasama antara perwakilan BKKBN Jatim dengan Organisasi Perangkat Daerah  Keluarga Berencana (OPD KB) Kabupaten Kota se-Jawa Timur terjalin baik, sehingga OPD KB dapat berkomitmen dalam setiap kegiatan yang dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis serta dukungan dari APBN ataupun APBD. (Sumber : DP3AKB Ngawi dan BKKBN)