Kerek-Ngawi,

Bila anda mengunjungi Kabupaten Ngawi, jangan lupa untuk mampir di didusun Pocol desa Kerek Kecamatan Ngawi. Didesa ini terdapat panorama wisata alam nan indah. Di Desa Kerek terdapat menara pandang yang dibangun diatas bukit. Menara pandang ini terhubung dengan menara pandang yang lainya melalui jembatan bambu. Dari menara pandang ini anda bisa melihat kelokan alur sungai bengawan solo dan bentang alam kota ngawi dari ketinggian. Nama tempat wisata ini adalah Bukit Kerek Indah. Kini lokasi ini sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Mungkin tidak ada yang mengira bahwa dahulunya desa Kerek merupakan desa yang miskin, terpencil dan tertinggal.

2 tahun lalu Desa Kerek merupakan desa yang terpencil dan tertinggal. Meski desa ini berada di wilayah kecamatan Ngawi Kota, tetapi kondisi desa ini sangat memprihatinkan. Akses jalan naik turun  menuju desa ini masih berupa jalan makadam yang rusak berat. Saat musim hujan tiba, jalan desa Kerek mendadak berubah menjadi kolam lumpur yang sulit dilalui. Keadaan ini masih diperparah dengan kondisi tanah berkapur yang tidak bersahabat dengan tanaman sehingga tidak ada lahan persawahan di desa ini. Selanjutnya bila kemarau tiba, desa Kerek juga selalu kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Kondisi inilah yang menyebabkan banyak pemuda asli desa tersebut yang enggan untuk tinggal di wilayahnya, mereka lebih suka untuk merantau dan bekerja di kota besar.

Berawal dari pencanangan Kampung KB yang diprakasai oleh Presiden Jokowi pada tahun 2016, maka Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi menyambut baik gagasan ini. Kampung KB merupakan perwujudan dari salah satu nawa cita yakni :  Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Indonesia serta peningkatkan kualitas hidup manusia. Program Kampung KB akhirnya memberikan gagasan untuk membangun desa Kerek untuk menjadi desa yang maju. Akhirnya pencanangan Kampung KB di Kabupaten Ngawi pertama kali dilakukan oleh Bupati Ngawi di Dusun Poncol Desa Kerek Kecamatan Ngawi pada tanggal : 23 Maret 2016.

Pekerjaan rumah membangun desa Kerek ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Kami menyadari bahwa butuh perjuangan dukungan dan partisipasi dari segenap lapisan masyarakat serta lintas sektor terkait”, jelas Ibu Indah Kusumawardhani selaku Kepala DP3AKB Kabupaten Ngawi. Untuk itu DP3AKB KB perlu menggandeng semua elemen masyarakat serta lintas sektor terkait untuk bekerja sama membangun, mengelola dan melakukan pembinaan serta evaluasi di Kampung KB Desa Kerek. Untuk mendukung keterpaduan kerjasama antar lintas sektor terkait maka diterbitkanlah  Surat Keputusan Bupati Ngawi Tanggal 7 Maret 2016, Nomor : 188/158/404.012/2016 Tentang Pembentukan Kelompok Kerja Kampung KB.  Melalui SK tersebut dimulailah pengelolaan Kampung KB di Desa Kerek. Semua elemen masyarakat bekerja sama dengan lintas sektor bahu membahu berbagi tugas mengelola kampung KB Kerek.

Kini setelah program Kampung KB dilaksanakan akses menuju desa Kerek yang semula berbatu dan berlumpur kini sudah berganti menjadi jalan berpaving. Perbaikan jalan ini dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Ngawi. Untuk penyediaan air bersih saat musim kemarau, PDAM telah menyiapkan sejumlah titik tandon air di beberapa tempat di desa Kerek. Peningkatan pendayagunaan pekarangan melalui tanaman obat keluarga (toga) dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Untuk peningkatan pendapatan keluarga Dinas Koperasi bekerjasama dengan DP3AKB melalui Poktan UPPKS melakukan pembinaan dan penyuluhan usaha rumah tangga. Dinas Pangan & Perikanan pun juga berperan menyediakan kolam ikan sebagai upaya peningkatan pendapatan sekaligus perbaikan gizi keluarga. Adapun Dinas Pertanian menyediakan bibit tanaman sayuran bagi kepala keluarga. Sedangkan Dinas Peternakan memberikan pembinaan dan pemanfaatan limbah hewan untu dijadikan biogas.

Upaya peningkatan sumber daya manusia dilakukan oleh Dinas Pendidikan melalui pembinaan dan pemberdayaan kelompok PAUD. Kementrian Agama berperan aktif melakukan penyuluhan rohani dan pengajian rutin. Adapun Dinas Kesehatan aktif melakukan pelayanan dan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat Desa Kerek.

Selain lintas sektor terkait keberhasilan dalam pengelolaan Kampung KB Desa Kerek tidak terlepas dari peran TP-PKK Kabupaten Ngawi. Sejak awal TP-PKK Kabupaten Ngawi mendukung penuh kegiatan Kampung KB di desa Kerek. Bahkan Ketua TP PKK Kabupaten Ngawi yakni Ibu Hj. Antik Sulistyono selalu terjun langsung dalam setiap kegiatannya. Dalam setiap kunjungan pembinaan Kampung KB beliau selalu berpesan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam penyiapan generasi muda sebagai kader penerus bangsa. Keluarga merupakan sekolah awal pengenalan lingkungan dan kehidupan bagi anak. Keluarga harus mampu memberikan kasih sayang serta bekal landasan pendidikan moral dan agama bagi anak. ”Dengan pendidikan moral dan agama diharapkan anak anak tidak akan terjerumus pada pergaulan yang salah”, papar beliau. Anak anak yang terdidik dengan baik oleh keluarga tentunya akan menjadi aset berkualitas bagi kemajuan bangsa dan negara.

Dalam kegiatan Monitoring dan Evalusi Kampung KB, Ibu Hj. Antik Sulistyono bahkan tidak pernah absen. Beliau bersama TP-PKK juga ikut serta mengunjungi 19 Kampung KB yang telah dibentuk di Kabupaten Ngawi. Salah satunya kegiatan monitoring dan evalusai Kampung KB di Desa Kerek Kecamatan Ngawi. Dalam kegiatan ini beliau selalu mengingatkan tentang pentingnya memberikan asupan gizi yang cukup bagi anak anak sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat. ”Orang tua harus memperhatikan kebutuhan asupan gisi yang cukup bagi anak anak balita, agar anak sehat dan pintar”, jelas Ibu Hj. Antik Sulistyono. TP-PKK Kabupaten bersama lintas sektor terkait terus berupaya untuk menjadikan Kabupaten Ngawi bebas dari gizi buruk.

Selain peduli terhadap anak anak, Ibu Hj. Antik Sulistyono juga peduli pada remaja di Kabupaten Ngawi, dalam kunjungannya di Kampung KB Desa Kerek beliau juga menyempatkan diri untuk ikut serta dalam permainan ular tangga PIK R-M yang digelar oleh Kelompok PIK-R-M Mutiara Bangsa Desa Kerek. Karena ada peserta kehormatan, maka permainan ini pun menjadi hidup dan gayeng. Beliau juga berpesan kepada para remaja untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Para orang tua diharapkan bisa meluangkan waktunya dirumah bersama anak, sehingga orang tua akan segera tahu bila terjadi perubahan perubahan yang negatif pada putra putrinya.

Selanjutnya beliau juga mengapresiasi peran dari Ibu Ketua TP-PKK Desa Kerek yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Desa Kerek. Menurut beliau sosok Suprapti sebagai Kepala Desa Kerek patut dicontoh. Ibu Suprapti merupakan kepala desa di wilayah dengan kondisi alam yang tidak bersahabat tetapi Ibu Suprapti pantang menyerah dan akhirnya mampu membangun kesadaran warga dan mengajak semuanya untuk bekerja keras memajukan desa Kerek.  ”Wanita sekarang ini harus pandai dan trampil, wanita juga harus bisa tampil sebagai pemimpin seperti ibu Suprapti ini”, jelasnya. Beliau juga berpesan agar semua kader PKK untuk terus maju serta belajar mengembangkan potensi diri.

DP3AKB sebagai motor penggerak program Kampung Desa Kerek juga berperan dalam pengelolaan Kampung KB di desa Kerek. Adapun kegiatannya yang dilakukan  diantaranya adalah pembinaan kelompok kegiatan UPPKS yang bertujuan untuk mendorong peningkatan pendapatan keluarga. ”Setelah ada pembinaan mengenai peningkatan keluarga, alhamdulillah produksi jajanan dari kelompok UPPKS kami semakin meningkat”, ujar Rukini ketua kelompok UPPKS Melati dusun Pocol Desa Kerek Kecamatan Ngawi Kab. Ngawi.

Pembinaan dan pemberdayaan ketahanan keluarga atau Tri Bina Keluarga dilakukan melalui pendampingan kegiatan setiap bulannya. Pada kegiatan BKB juga digelar simulasi BKB. Adapun kegiatan BKR diisi dengan penyuluhan tentang pendidikan remaja. Sedangkan posyandu dan pemeriksaan kesehatan bagi lansia menjadi salah satu kegiatan BKL.

Pada setiap pertemuan kelompok kegiatan (poktan) yang dilakukan tak lupa pula dilakukan penyuluhan mengenai program KB misalnya tentang pentingnya untuk ikut ber-KB ataupun membangun kesadaran masyarakat untuk mengikuti kontrasepsi mantap bagi pria dan wanita.

Pembinaan terhadap kelompok PIK R/M juga dilakukan melalui simulasi dan penyuluhan tentang pernikahan dini, bahaya narkoba dan seks bebas serta HIV Aids. Bahkan melalui   kelompok PIK R/M inilah lahir gagasan cemerlang untuk membangun kerek menjadi desa wisata. Kondisi alam yang tidak bersahabat karena berbukit dan tandus akhirnya  dirubah menjadi potensi wisata yang mengagumkan. Lewat usaha kelompok PIK R/M Mutiara Bangsa  dusun Pocol desa Kerek maka terbangunlah lokasi wisata Bukit Kerek Indah. Melalui pendampingan dari Dinas Pariwisata, kini bukit bukit kapur nan tandus tersebut telah menjadi bukit nan cantik. Beredarnya foto foto cantik lokasi wisata ini di internet menjadi berkah promosi wisata yang luar biasa. Bukit Kerek Indah pun menjadi ramai oleh kunjungan wisatawan. Keberadaan wisata ini ternyata memberikan efek besar bagi kehidupan warga sekitar.  Pendapatan warga meningkat dari usaha parkir maupun warung makan. Para pemuda desa kerek sekarang ini juga lebih memilih untuk tinggal dan memajukan desa Kerek.